Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Monday, 25 May 2015

Hadiah Terbaik Saat Agustusan


Hamil dan menjadi seorang ibu adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada diri saya. 2 bulan setelah pernikahan, saya positif hamil. Saat itu suami masih bekerja di Malang. Kami bertemu hanya di setiap akhir pekan. Kehamilan pertama tanpa suami mendampingi di sisi tentu tidaklah mudah.

Dari sekian banyak perubahan yang terjadi pada masa kehamilan, perubahan psikologislah yang paling mengganggu saya. Perasaan ingin diperlakukan spesial oleh suami kadang muncul bertubi-tubi. Betapa nikmat ada yang memijit kaki di malam hari. Betapa menyenangkan ada yang mengantar dan menjemput ketika bekerja. Betapa bahagia bisa melihat si calon bayi bergerak-gerak lucu di layar monitor USG bersama suami. Ah, keinginan-keinginan ini sempat menyiksa saya.

Friday, 24 April 2015

Mengajarkan Anak Multibahasa


njfamily.com

Dalam suatu workshop bahasa Inggris di Surabaya beberapa waktu lalu, sang pembicara mengungkapkan bahwa anak yang diajarkan beberapa bahasa yang berbeda akan mampu berpikir lebih cepat, meningkatkan kreatifitas dan multi tasking, juga dapat memperlambat kepikunan. Wah, siapa yang tak ingin manfaat tersebut juga dimiliki oleh anak-anak kita?

Yuk bersiap untuk ajarkan anak-anak multibahasa… bukan untuk dibangga-banggakan atau disombongkan ya! tapi karena memang ada banyak manfaat yang akan diperoleh sang anak nantinya. Lalu kapan dan bagaimana mengajarkannya?

Monday, 9 March 2015

I’m Turning Thirty

                                                                              pixshark.com

Bersamaan dengan international women day tanggal 8 Maret kemarin, tak terasa usia saya sudah mencapai angka 30. Oh God, I’m getting older now :)

Terlintas peristiwa-peristiwa besar yang telah mewarnai hidup saya. Betapa banyak nikmat tuhan yang telah saya dapatkan selama ini. Kesehatan, pendidikan, keluarga yang bisa diandalkan, suami dan anak yang selalu membawa kebahagiaan, juga teman-teman yang luar biasa. Ah, betapa malu diri saya kepada tuhan yang kadangkala lupa mengucap syukur.

Monday, 19 January 2015

Romantisme Suami, Nyata atau Sekedar Kata?


Suami romantis. Hampir semua wanita (termasuk saya) pasti mendambakan memiliki suami yang romantis. Yang pandai merayu, yang dari bibirnya mengalir kata-kata mesra, yang sengaja menyiapkan hadiah kejutan, atau yang suka mempersembahkan seikat bunga kepada pasangannya. Intinya romantis itu so sweeeet .....

Lalu bagaimana dengan suami saya? Yang tanggal ulang tahun saya saja sering lupa. Begitu pula dengan tanggal pernikahan kami. Bahkan saya pernah menangis, sebab di hari ulang tahun saya, suami seakan tidak peduli. 

Tidak ada ucapan selamat, tidak ada SMS atau telepon, tidak ada pula pesan di inbox atau email. Apalagi berharap kado dan sekuntum mawar?? Jauh-jauh saya buang angan-angan itu.


Saturday, 23 August 2014

Momen Spesial Perkuat Quality Time


“There is no way to be a perfect mother, but a million ways to be a good one.”

Kalimat tersebut selalu memberikan saya harapan, khususnya disaat saya merasa berdosa pada anak saya. Betapa tidak, sebagai ibu dengan putri yang masih di usia dini, saya harus meninggalkan putri kecil saya untuk bekerja dari pagi hingga sore. Sebenarnya seringkali kata “resign” menggelayut dalam pikiran saya. Saya iri melihat ibu-ibu yang bisa secara langsung memantau perkembangan anak-anak mereka. Bisa menemani anak sepanjang hari. Tetapi karena beberapa hal saat ini impian itu belum bisa saya wujudkan. Pilihan ini kerap menimbulkan perasaan bersalah dan kekhawatiran pada anak saya.

Di pagi hari, kadangkala ia merajuk. “ikut... ikut, Ma...! rengeknya dengan menarik-narik pakaian saya. Bujukan dan pengertian yang saya coba berikan tak mempan untuknya. Rengekan berganti menjadi tangisan. Saya panik. Jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh. Pertanda akan terlambat lagi ke kantor. Kalau sudah begitu, ibu saya segera menggendong dan mengalihkan perhatiannya. Dengan perasaan campur aduk saya cepat-cepat melajukan motor saya.

Yang paling membuat hati saya hancur, saat harus mengikuti pelatihan atau event-event yang mengharuskan saya untuk pulang larut. Sesampai di rumah, seringkali saya mendapati anak saya sudah tertidur pulas. Saya telah kehilangan momen spesial bersamanya. Pertanda quality time saya harus diperbaiki. Predikat menjadi ibu yang sempurna rasanya sangat jauh dari diri saya. 

Sadar tidak memiliki kuantitas waktu yang banyak untuk anak, maka saya berusaha agar ketika sudah di rumah atau di waktu libur untuk menjauhi telepon genggam, laptop, dan sejenisnya. Ada keinginan agar ditiap kebersamaan bisa menjadikan kami lebih dekat. Dan betapa saya bersyukur, di sisa-sisa tenaga saya, masih ada kesempatan untuk bermain balok bersamanya, bisa mengajarinya menggoreskan krayon di atas kertas, ataupun membacakan buku cerita untuknya.

Memang saya belum bisa menjadi ibu yang selalu ada untuknya. Namun saya senantiasa berusaha untuk tidak melewatkan empat momen spesial bersama anak setiap harinya. Empat momen spesial ini tips yang dibagikan oleh pakar pendidikan, Munif Chatib, di dalam bukunya yang berjudul Orangtuanya Manusia.

Pertama, ketika anak terbangun dari tidurnya di pagi hari. Usahakan pertama yang ia lihat saat ia membuka mata adalah wajah orangtuanya. Ada perasaan bahagia menyelimuti bisa terbangun di setiap pagi dan mendapati anak di sisi.

Kedua, ketika berpisah di pagi hari, sebelum berangkat kerja, selalu saya usahakan mencium anak saya dan membisikkan “I love you” di telinganya. Saya ingin ia tahu bahwa ibu selalu menyanyanginya. Sebagaimana kita, anak-anak juga membutuhkan ungkapan sayang secara verbal yang mudah dirasakan oleh mereka.

Ketiga, ketika pulang bekerja, usahakan langsung bertemu anak dengan sapaan hangat dan pelukan. Saya ingin menunjukkan bahwa ibu begitu merindukanmu. Dan ini momen yang paling saya rindukan saat di tempat kerja. Begitu terdengar saya memasuki rumah sepulang kerja, Ia segera berlari dengan tangan terkembang, memeluk saya dengan senyum manisnya. Sirna seketika rasa lelah seharian kerja.

Keempat, ketika anak akan tidur, usahakan wajah terakhir kali yang dilihatnya adalah wajah orang tuanya. Karena usia anak saya masih butuh ASI,  Biasanya saya mengantarkan ia tidur sambil menyusuinya. Kami terasa begitu dekat. Dan betapa menyusui hingga melihatnya terlelap adalah suatu kenikmatan yang membawa ketenangan hati yang mampu menepikan kesedihan dan kepenatan yang saya temui seharian. It’s my most romantic moment with her!

Sebagian perempuan memilih untuk menjadi full-time mom, sebagian lain memilih menjadi working mom. Ada pula yang bisa menjalankan keduanya beriringan, bekerja di rumah dan menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Setiap perempuan menghadapi situasi dan tantangan berbeda dalam kehidupan keluarga yang mengharuskannya mengambil suatu pilihan. Dan tiap-tiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Apapun itu pilihan yang diambil, saya yakin para ibu pasti memiliki alasan yang baik untuk keluarganya. Dan bagaimanapun situasi yang dihadapi, seorang ibu akan memprioritaskan anak-anak di atas segalanya.

Dalam islam sendiri, kita bisa menjumpai kisah seorang ibu mulia yang sukses berkarir dan juga sukses dalam mendidik anak sehingga putra putrinya menjadi anak yang shalih shalihah. Beliau adalah seorang pengusaha wanita kaya raya, istri pertama Rasulullah SAW, Khadijah. Kisah keberhasilan ibunda Khadijah meyakinkan hati saya bahwa setiap ibu yang berkarir juga memiliki kesempatan untuk mencetak generasi-generasi unggul.

Ibu yang bekerja harus cerdas menciptakan quality time bersama keluarga, terutama anak-anak.  Sesingkat apapun waktu yang dimiliki, usahakan tidak terbuang percuma. Jika sudah bersama anak, yang bisa dilakukan adalah menciptakan suasana yang hangat. Memberikan banyak sentuhan, seperti pelukan, belaian rambut, dan kecupan. Hal ini akan banyak memberi dampak positif bagi perkembangan anak. Kehangatan dan kasih sayang yang mengalir melalui sentuhan ini selain menambah kedekatan juga akan membuat anak bertambah cerdas.

Yuk, Bismillah tekadkan hati menjadi high quality mom ....

Sunday, 17 August 2014

Happy 2nd B'day My Girl

Tidak terasa Biby hari ini telah berusia 2 tahun. Tepat di hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Rasanya baru kemarin saya mendengar tangisan pertamanya. Alhamdulillah Biby tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan selalu menjadi penyejuk hati keluarga. Semoga kamu menjadi anak shalihah, dimudahkan untuk melakukan kebaikan dan dijauhkan dari segala keburukan serta dilimpahkan banyak rezeki yang berkah. Keep on shining my little angel ....


Monday, 2 June 2014

Me (and my girl) Time

Rutinitas sehari-hari kadang membuat kita stres dan jenuh. Disaat seperti ini kita membutuhkan waktu sejenak untuk memanjakan diri, menikmati waktu tanpa harus terbebani dengan aneka tugas kantor atau pekerjaan rumah tangga. Inilah yang disebut me time. Me time maybe similar with “leave me, I need a space!” Seperti baterai ponsel yang bisa habis atau ngedrop bila dipakai secara terus-menerus. Dan me time adalah charge time. Meskipun namanya me time, tapi aktifitas ini tidak harus dilakukan sendirian.

Semasa masih single, me time biasanya saya habiskan dengan membaca buku favorit seharian, travelling bareng teman-teman, atau sekedar minum es cendol di pinggir jalan. Setelah punya Biby, semuanya berubah. Walau kadang masih ada tawaran dari teman yang ngajak jalan-jalan atau kuliner bareng. Tapi my heart always says NO.  Saya hanya ingin segera bertemu anak di rumah. Kalau sedang beraktifitas diluar rumah tanpa bawa anak, pikiran jadi tidak tenang, selalu teringat anak di rumah.

Kegiatan bersama anak bisa menjadi me time activity. Melihat ekspresi dan tingkah pola anak yang begitu menggemaskan sangat ampuh mengobati stres dan rasa jenuh.

These are our favorite “me time” activities: 
 
  1. Watching Barney and Friends, Hoopla, Angry Bird, Masha and the Bear
  2. Listening music (Biby is currently loves “Ibu” song by Haddad Alwi feat Farhan)
  3. Reading books (Her favorite book is Halo Balita)
  4. Singing
  5. Playing     
These activities make me feel good and  contribute to build a better mood of mine.
Thanks to Allah for giving me a super sweet girl in my life ....